"CENTURY REGENCY" KAB. TEGAL


Majelis taklim ini berlokasi di desa Kedunglengkong_Simo_Boyolali. Bangunan ini merupakan zone terdepan & sebagai penunjang bangunan rumah tinggal dan pada perkembangannya difungsikan sebagai penginapan dengan konsep Islami.
Lokasi perencanaan sekolahan MI berada di desa Geneng, boyolali. bentuk bangunan mengacu pada resmi sekolahan, dengan bentuk denah persegi panjang, ventilasi pintu dan jendela yang optimal dari segi penghawaan dan kenyamanan ruang belajar. pada sisi depan derdapat teras yang merupakan akses penghubung ke ruang kelas lainnya.

Rumah berada pada lingkungan TK. pemilik rumah merupakan pengelola sekolah tersebut, yang mengharapkan segala aktivitas TK dapat dipantau visual dari rumah ini. untuk mewadahi seluruh permintaan owner, perencanaan rumah dibuat 2 lantai dengan komposisi ruang yang atraktif minimalis, dengan keberadaan balkon sebagai " gardu pandang " ke TK dan satu balkon lagi sebagai daerah untuk menikmati view ke main entrance sekaligus sebagai hubungan / interaksi bangunan dengan lingkungan sekitar. penggunaan arsitektur minimalis merupakan konsep utama dari bangunan ini. mulai dari bentuk dan susunan warna yang menimbulkan efek bayangan.
perencanaan perumahan ini berada di desa ngreni simo boyolali. bentuk kavling yang memanjang memungkinkan untuk didesain pola sirkulasi yang menerus, karena pada ujung dan akhir tapak kebetulan terhubung dengan akses jalan utama dan jalan lingkungan. pada ME kawasan akan tersuguh papan nama perumahan yang tersusun rapi sebagai pembentuk land development. keberadaan sitting group dan rung terbuka pada tapak sisi depan / dekat ME memberikan kesan welcome untuk setiap orang. bentuk rumah terdiri atas type A dan type B, dengan total seluruh type terdiri atas 19 rumah.
Lokasi perencanaan berada di desa Jatisari, Kacangan, Andong, Boyolali. Berangkat dari kondisi bangunan eksisting masjid 1 lantai, dan berada pada topografi kurang lebih -2.00m di bawah muka jalan. Kondisi seperti ini menyebabkan masjid selalu tergenang air apabila turun hujan. menanggapi paradigma seperti di atas, panitia / takmir masjid berencana merehabilitasi masjid tersebut, dan akhirnya munsul desain seperti ini.

memasuki lantai 02 difasilitasi 2 anak tangga yang berada di serambi masjid. tangga di sebelah kanan sebagai akses r. salat ke lantai 2 bagi jamaah putera dan sebaliknya tangga yang disebelah kiri merupakan penghubung r. salat bagi jamaah puteri. keberadaan serambi dengan ornamen eksotik dan anak tangga yang menarik juga membentuk kesan tersendiri pada main entrance baik dari sisi utara dan timur. untuk pelataran masjid didesain untuk fungsi plasa parkir dan kegiatan lainnya. minaret terdapat pada sisi utara masjid yang difungsikan sebagai landmark masjid dan ruang pengeras suara.